
Gw gampang jatoh cinta. Bukan cuma sama cowok beneran, tapi juga sama cowok fiksi. Mungkin karena itu gw demen baca buku ya.
Gw pernah jatoh cinta sama Severus Snape. Walau idungnya bengkok, kulit wajahnya berminyak, dan kegalakannya naudzubillah kebangetan, aksi dan pergelutan batin sang profesor sebagai double agent sangat memukau. Tergambar jelas lewat plot. Rowling nggak butuh menulis puluhan kali kalimat, "Dia berkarakter mengagumkan," di ketujuh seri Harry Potter untuk kasih tau gw itu.
Gw pernah jatoh cinta sama Bartimaeus. Sesosok jin. Yang witty. Yang sinis. Yang cerdas dan oportunis. Dan karakter itu tergambar jelas lewat dialog. Stroud nggak butuh menulis puluhan kali kalimat, "Dia cerdas, sinis, dan lucu," di ketiga seri Bartimaeus Trilogy untuk kasih tau gw itu.
Gw pernah jatoh cinta sama Ramses II. Percaya nggak percaya, dia mumi! Harusnya jelek dan mengerikan kan? Tapi mata birunya, tubuh kokohnya, dada bidangnya, dan tingkah polah aristokratik yang dideskripsikan Anne Rice lewat The Mummy sanggup bikin gw lemes. Rice juga nggak butuh menulis puluhan kalimat, "Dia aristokrat yang gentleman," untuk kasih tau gw itu.
Maka, setelah tersiksa selama total 5 jam untuk menandaskan Twilight, dan akhirnya menyerah di halaman 53 New Moon, gw berkesimpulan, gw nggak bisa jatoh cinta sama Edward Cullen karena:
- Gw telanjur eneg setelah puluhan kali membaca, "Wajahnya bak dewa," "Wajahnya sempurna," dan "Wajahnya sangat tampan."
Ya wajah bak dewa yang tampan dan sempurna itu seperti apa? Matanya warna apa? (Tolong pahami bahwa deskripsi mata dengan kata, "hitam yang kadang berubah jadi cokelat," sungguh tidak memadai). Hidungnya bengkok, mancung, pendek, pesek, atau apa? Bibirnya berwarna dan berbentuk apa? Gw bahkan nggak bisa inget apakah wajah Edward itu tirus, kotak, atau bulat hati!
- Rasa eneg itu bertambah setelah Bella diceritakan berlari ke pangkuan Edward, atau Edward menggendong Bella naik ke mobil (DOH! Biarin naek ndiri nape?! Kakinya kan cuma pincang, bukan ilang!), atau Edward tiba-tiba memeluk pinggang Bella dari belakang hanya untuk memberi tahu bahwa cewek itu salah ambil jalan ketika memasuki hutan. *HOEKKK*
Sempet juga gw berusaha baca ulang Twilight sambil bayangin wajah Robert Pattinson, yang gw kata emang ganteng, eh ya tetep aja nggak bisa jatoh cinta sama Edward.
Gw nggak fair? Karena spesifikasi seorang lelaki idaman tergantung selera masing-masing perempuan? Hmm, nggak juga. Baca lagi deh nama-nama yang udah gw sebut di atas. Karakter ketiganya beda buangeeettt... Bartimaeus jelas bukan Ramses, Ramses pun jelas bukan Snape.
Temen gw pernah bilang, "Itu karena Edward Cullen sesosok vampir. Kekuatannya yang nggak manusiawi nggak masuk di logika lo." Sumpah pengen gw sambit palanya pake The Mummy (tapi batal, hlah gw lebih sayang buku ketimbang pala dia). LO KIRA RAMSES TUH NGGAK IMMORTAL?! LO KIRA BARTIMAEUS TUH NGGAK BISA TERBANG DAN NGILANG?! Temen gw langsung mingkem.
Temen laen bilang, "Lo udah ketuaan." Pengen bener gw seret dia ke perpustakaan gw. Lihat nooohhh koleksi buku anak-anak gw. Nope. Alasan itu juga nggak masuk akal. Kemaren pas baca Matilda (Roald Dahl), gw bisa segera ngayalin diri gw sebagai bocah umur 5 taon itu kok. Sama sekali lupa bahwa gw udah setua ini.
Penasaran. Beneran. Kenapa gw nggak bisa jatoh cinta sama Edward Cullen? Atau, pertanyaan lebih baek, kenapa Twilight bisa selaris itu?

5 ocehan lo:
PERTAMAX GAN!
iiih, gw paling benci komentar ala KasKush : pertamaks (ngehe abis..)
komentarnye ke ini artikel : yah elah Di, di ini pelem mah yak yang dinamakan Dua Cinta Terlarang adalah - satu manusia serigala, satu lagi vampir. kagag ada nyang beres bukan? hmmm...
hahahaha. bener. satu-satunya film Hollywood yang aku heran bisa sukses ya cuma Twilight ini.
aku suka Underworld dan duel werewolf vs vampire lainnya. tapi, Twilight sumpah bikin muntah karena lebaynya.
waktu nonton (gratisan), akhirnya aku ngajak cewekku keluar.
sumpah udah ngga betah dan literary pengen muntah ngelihat betapa lebaynya film yang superduper shallow ini.
Bukan maksud buat spam cuma kenalin blogku
http://zona-orang-gila.blogspot.com
Apa aja ada disini
Entah kenapa sejak nonton filmnya gwe ga tertarik buat baca bukunya. Ada yang bilang emang bagus, tapi gwe percaya kata2 lo, Dian...
Lo bahkan belom menyebutkan karakter2 yang ditulis sama JRR Tolkien dalam LOTR kan? Dia jauh lebih detail dan gwe curiga mungkin lo malah lebih bisa jatuh cinta sama Sauron yang ga pernah keliatan wujudnya daripada si Ed ini... :P
Gwe juga ga bisa menerima alasan bahwa (mungkin) buku ini ditulis untuk remaja. Setuju dengan penggunaan contoh "Matilda" yang notabene adalah buku untuk anak-anak.
Mungkin aja sih gwe ga sampe kepengen muntah seperti Dan *tunjuk komentator sebelum gwe* tapi yang jelas abis nonton twilight gwe ga kepengen sama sekali buat nonton sekuelnya (dan atau kalau ada lanjutannya lagi).
Nah, untuk bisa menjawab kenapa twilight bisa selaris itu? Tentu saja tidak ada jawaban yang lebih tepat selain dengan mengatakan bahwa Twilight memiliki tim marketing yang handal dan sukses menggiring market untuk percaya bahwa vampir ganteng (menurut gwe dia ga ganteng loh)tersebut layak ditonton...
Poskan Komentar